Berita

Berita

RUMAH Berita
Rumah / Berita / Berita Industri / Apa saja norma desain tas kemasan makanan

Apa saja norma desain tas kemasan makanan

Admin - 2022.05.09

1. Persyaratan kekuatan

Pengemasan dapat mencegah terjadinya kerusakan pangan akibat berbagai kekuatan luar selama penyimpanan dan penumpukan, seperti tekanan, benturan, dan getaran. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kekuatan desain kemasan makanan, antara lain moda transportasi (seperti mobil, pesawat, dll), bentuk penumpukan (misalnya diperlukan penumpukan multi-layer), dan selain itu, faktor lingkungan perlu diperhatikan, termasuk iklim alam dan kebersihan lingkungan.

2. Persyaratan penghalang

Properti penghalang merupakan salah satu atribut penting dalam desain kemasan makanan. Selama penyimpanan banyak makanan, karena desain kemasan yang buruk, masalah kualitas makanan rentan terjadi. Persyaratan penghalang untuk desain kemasan ditentukan oleh karakteristik pangan itu sendiri. Karakteristiknya meliputi pemblokiran eksternal, pemblokiran internal atau pemblokiran selektif, dll., yang melibatkan udara, air, minyak, cahaya, mikroorganisme, dll.

3. Persyaratan pernapasan

Masih banyak makanan yang masih mempertahankan fungsi pernafasannya selama penyimpanan. Oleh karena itu, bahan desain atau wadah kantong pengemas makanan semacam ini bersifat breathable atau dapat mengontrol pernapasan, sehingga mencapai tujuan pengawetan.

4. Persyaratan eksternal

Saat mendesain tas kemasan makanan, perlu juga memperhatikan beberapa persyaratan eksternal yang mencerminkan karakteristik produk melalui kemasan. Semua ini merupakan visualisasi eksternal dan ekspresi bentuk serta sarana makanan.

5. Persyaratan Keamanan

Ada juga persyaratan keselamatan untuk desain tas kemasan, termasuk keselamatan kebersihan, keselamatan penanganan, dll., dan juga perlu mencerminkan keamanan penggunaan. Intinya adalah bahan yang digunakan untuk mengemas tas harus ramah lingkungan dan higienis, bukan bahan yang dapat membahayakan tubuh manusia. Dalam hal teknologi desain kemasan, upaya harus dilakukan untuk sebisa mungkin menjaga nutrisi, warna dan rasa makanan olahan tidak berubah. Pada saat yang sama, keselamatan konsumen saat meminumnya setelah berbelanja juga harus diperhatikan. Keamanan dalam penggunaan adalah untuk menjamin konsumen tidak dirugikan pada saat proses pembukaan dan konsumsi.

Tentu saja, selain hal-hal di atas, ada banyak persyaratan yang melekat ketika merancang tas kemasan makanan, seperti persyaratan tahan panas, persyaratan tahan cahaya, persyaratan tahan pecah, persyaratan tahan lembab, dll. Selain itu, kemasan luar makanan juga dapat berfungsi sebagai metode promosi makanan. Pada kemasan luarnya kita dapat mencerminkan ciri-ciri makanan, cara konsumsinya, berbagai komponen gizinya, dan lain-lain. Sehingga berperan dalam mempromosikan produk.